Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Evaluasi Kinerja Tahun 2019 dan Rencana Kerja Tahun 2020 - RDP Komisi 11 dengan Bank Central Asia (BCA), CIMB Niaga, Panin Permata, BTPN dan Bank Mega

Tanggal Rapat: 28 Nov 2019, Ditulis Tanggal: 29 Mar 2020,
Komisi/AKD: Komisi 11 , Mitra Kerja: BTPN

Pada 28 November 2019, Komisi 11DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengan Bank Central Asia (BCA), CIMB Niaga, Panin Permata, BTPN dan Bank Mega tentang evaluasi kinerja tahun 2019 dan rencana kerja tahun 2020. Rapat dipimpin dan dibuka oleh Amir Uskara dari Fraksi PPP dapil Sulawesi Selatan 1 pada pukul 10:30 WIB.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Bank BCA

  • Kinerja perbankan sejalan dengan ekonomi dalam negeri. Pertumbuhan Kredit melambat sejak 2018. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga dibawah laju peningkatan kredit
  • Perlambatan pertumbuhan BCA selaras dengan industri.
  • Strategi Kredit BCA adalah pemohon harus memiliki SNI.
  • Penyaluran Kredit pada Infrastruktur secara total mencapai Rp32,9T, meningkat sebanyak 24,5% *berdasarkan CAGR 2017-2019
  • Penyaluran Kredit pada UMKM sebanyak Rp76,6T atau 16,7%*berdasarkan CAGR 2017-2019
  • Penyaluran Kredit pada Sektor Jasa Keuangan sebanyak Rp5,7T atau 15,4 % untuk Pegadaian dan Rp5,1T atau 11,4% untuk BTN

CIMB Niaga

  • Indikator makro ekonomi dalam kinerja Bank selama 2019 ; (1) Penurunan Suku tingkat bunga yang dilakukan oleh pihak Bank Indonesia Pada Oktober 2019, (2) Pertumbuhan PDB 2019, (3) Nilai tukar kembali stabil menguat di kuartal III dan (4) Tren perlambatan pertumbuhan DPK dan kredit Infrasturktur
  • Loan to Deposit Rasio CIMB Niaga (99,0%) lebih besar diatas Industri Perbankan (94,3%) dan CASA Rasio CIMB Niaga (53,7%) lebih kecil di bawah Industri Perbankan (55,4%).
  • Dari tahun ke tahun mengalami peningkatan rasio permodalan 21,4% dan Rasio Cost to Income
    52,8% pada tahun 2019.
  • CIMB Niaga berada pada posisi sebagai private bank terbesar ke 2 dari sisi aset di Indonesia: (1) Total Aset Rp232T, (2) Total Kredit Rp192T, (3) Simpanan Nasabah Rp190T
  • Manajemen Kualitas Aset : (1) Komposisi kredit berdasarkan tingkat kolektibitas 2018 (91.80%) dan 2019 (94,27%) dan (2) Rasio kecukupan penyisihan-kredit bermasalah 2018 (101,2%) dan 2019 (111,9%)
  • Berikut adalah gambaran laba rugi : (1) Laba Bersih 2018 : Rp2,592M, (2) Laba Bersih 2019 Rp2,679M
  • Penerapan 5 pilar strategi bisnis : (1) Fokus pada keahlian utama, (2) Peningkatan CASA, (3) Disiplin dalam pengelolaan biaya, (4) Penjagaan modal dan keseimbangan budaya risiko dan (5) Pemanfaataan
    teknologi dan informasi.
  • Beberapa pos kredit dan digital banking yang berkembang tahun 2019 : (1) Kredit kepemilikan rumah, (2) Kartu Kredit, (3) Kredit SME dan (4) Produk digital banking (CIMB Clicks, Rekening Ponsel, Biz Channel)
  • Kinerja keuangan USS CIMB Niaga lebih baik dari sisi aset, financing dan funding dengan menerapkan leveraging model.
  • Pertumbuhan yang solid di syariah banking : (1) Tabungan Haji Rp309,44M, (2) Porsi Haji 119 Ribu
  • Produk dan aktivitas dalam syariah banking : (1) Pembayaran Wakaf dan Infaq melalui QR, (2) Syariah Platinum Card, (3) Tabungan Ib Pahala dan (4) Produk Pembiayaan
  • Penyaluran dana kebajikan perusahaan : (1) Pemberdayaan ekonomi sebanyak Rp984.000.000, (2) Bidang Sosial sebanyak Rp2.600.000.000, (3) Bidang Kesehatan sebanyak Rp3.900.000.000, (4) Bidang Infrastruktur sebanyak Rp2.400.000.000 dan (5) Bidang Pendidikan sebanyak Rp4.900.000.000
  • Rencana bisnis tahun 2020 : (1) Pertumbuhan kredit sebesar 7,0% YoY, (2) Pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 7,1% YoY dengan Dana Murah sebesar 8,1 % YoY, (3) NIM berkisar pada level 5%, (4) NPL berkisar pada level < 3% dan (5) CIR berkisar pada level < 50%

Bank Panin Permata

  • Strategi bank dan proyeksi keuangan tahun 2020 : (1) Memperkuat kelayakan untuk semua aspek kinerja keuangan, (2) Memperkuat sinergi bisnis dengan pemegang saham dan (3) Memperkuat Enalaber bisnis kunci
  • Program CSR ; (1) Permata Bankir Cilik, (2) Permata Youthpreneur, (3) CERITA, BRAVE, dan (4) Pendidikan.
  • Kapabilitas digital yang komprehensif diluncurkan di pasaran selama 2017-2019. Bank Permata juga membangun kerjasama strategis untuk memperkuat jangkauan bisnis dan untuk mendapatkan nasabah baru.
  • Pertumbuhan aktual per September 2019 ; (1) Bank Umum 7,9 % (kredit) dan 7,5% (DPK), (2) Bank Panin 2,2% (kredit) dan 0,06% (DPK)
  • Kredit jenis penggunaan dan UMKM : (1) Kredit periode 2019 sebesar Rp131.578.000.000 dan (2) Kredit UMKM periode 2019 sebesar Rp30.947.000.000
  • Proyeksi Bank Panin 2020 : (1) Kredit 5-7 %, (2) DPK 9-11 %, (3) Aset 7-11%, (4) Laba Bersih 7-9%, (5) CAR 27,17% dan (6) NPL Gross 2,61 %

Bank Mega

  • Perkembangan kredit UMKM per sektor Ekonomi Tahun 2019 sebesar Rp9.244.000.000
  • Tantangan dan Permasalahan : (1) Fokus segmen kredit di setiap bank berbeda sesuai dengan kemampuan, kekuatan dan infrastruktur masing-masing bank, (2) Bank tetap akan memperhatikan porsi kredit UMKM disesuaikan dengan kondisi perekonomian
  • Rasio Keuangan Bank 2020 dan proyeksi 2020 : (1) CAR : 24,42 % (2019) dan 24,60% (2020), (2) NPL (Gross) : 1,37% (2019) dan 1,58% (2020), (3) ROA : 2,75% (2019) dan 2,77 % (2020), (4) ROE : 13,97% (2019)
    dan 13,96% (2020), (5) BOPO : 74,79% (2019) dan 74,85% (2020), (6) NIM : 5,17% (2019) dan 5,05% (2020), (7) LDR : 71,00% (2019) dan 72,75% (2020)
  • Transformasi digital dilakukan untuk menyederhanakan bisnis proses dan meningkatkan customer experience & loyalty, sinergi ekosistem CT Corp, dan pemanfaatan big data CT.

BTPN

  • Bank BTPN adalah merger PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional dengan PT Bank Sumitomo Mitsui.
  • Bank BTPN hanya melayani sektor tabungan bisnis pensiun tapi saat ini telah masuk pada sektor usaha mikro dan UMKM. Segmen terbesar saat ini adalah korporasi.
  • Ikhtisar keuangan Triwulan III 2019 : (1) BTPN mendukung program pemberdayaan nasabah pra sejahtera dan UMKM (DAYA), (2) BTPN mendukung program inklusi keuangan dengan jumlah nasabah 314 ribu dan transaksi sebesar Rp11,6 juta pada tahun 2019 dan (3) BTPN juga merintis digital
    banking JENIUS sejak 2016 dengan 2,1 juta pengguna yang tersebar di 34 Provinsi

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan